Berdasarkan informasi terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang
dimuat oleh www.kompas.com menyatakan bahwa kemiskinan di Indonesia
mengalami penurunan. Berikut kutipan beritanya.
Penduduk miskin
di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010,
tercatat 13,3 persen dari penduduk Indonesia. Jumlah ini sedikit
menurun dibanding tahun 2009 yang angkanya mencapai 14,1 persen.
Kemiskinan merupakan permasalahan multidisiplin, tidak hanya disebabkan
faktor ekonomi, tetapi juga terkait masalah sosial, budaya, politik dan
lain-lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan rakyat RI HR Agung Laksono mengungkapkan itu pada peluncuran buku Mereka yang Tak Terlihat; Kemiskinan dan Pemberdayaan di Indonesia,
yang ditulis Irfan Kortschak, Rabu (6/10) di Jakarta. Target MDGs
untuk Indonesia pada tahun 2015 adalah berkurangnya jumlah penduduk
miskin hingga separuhnya dari angka kemiskinan tahun 1990, yaitu
sekitar 7,5 persen dari total jumlah penduduk, katanya.
Agung
menjelaskan, penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu prioritas
Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan ditargetkan pada akhir Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 jumlah penduduk miskin
turun menjadi 8-10 persen.
Banyak hal, lanjut Agung Laksono,
yang mempengaruhi masyarakat menjadi miskin, misalnya belum
terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat miskin itu sendiri, seperti hak
atas pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, tanah,
sumberdaya alam, air bersih dan sanitasi, rasa aman, dan hak untuk
berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan publik dan proses
pembangunan.
Namun demikian, di luar itu semua ternyata di
sekitar kita masih ada saudara-saudara kita yang belum seberutung kita
di sini, seperti yang diceritakan dalam buku Mereka yang Tak Terlihat;
Kemiskinan dan Pemberdayaan di Indonesia ini, tandasnya.
Menurut
Agung Laksono, mereka yang belum tersentuh program pembangunan selama
ini diberdayakan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Peduli.
Ketua Kelompok Kerja PNPM, Suyana R mengatakan, buku Mereka yang Tak Terlihat; Kemiskinan dan Pemberdayaan di Indonesia merupakan potret suatu kalangan yang belum tersentuh, belum mendapatkan pelayanan sebagaimana harusnya.
Buku
menceritakan mereka-mereka yang belum tersentuh pembangunan dan
bagaimana keberanian mereka menghadapi hidup. Mereka tak mendapatkan
pelayanan sedikit pun dalam program pembangunan nasional, katanya.
Menurut
Suyana, PNPM yang tidak dianggarkan pemerintah ini, diminati
masyarakat kecil karena pirnsipnya mereka bisa mewujudkan impiannya.
Ada kekuatan motivasi dan gotong royong. PNPM telah mengembangkan
inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberi
mereka kesempatan untuk secara aktif berpartisipasi dalam kehidupan
sosial, politik, dan ekonomi.
Mereka berkisah
Pada
peluncuran buku semalam, orang-orang yang termajinalkan dan berkisah
dalam buku tersebut, hadir menceritakan langsung pengalamannya. Ada
orang dengan cacat fisik di Aceh. O rang dari sebuah desa dengan
kelainan tunarungu yang dibawa sejak lahir di Bali yang sangat besar
jumlahnya. Sampai orang yang mengidap HIV AIDS positif di Papua.
Yudi,
penderita HIV AIDS positif itu mengatakan, bahwa kondisi saat ini
tidak membuatnya menderita, walau dijauhkan dari keluarga. Dalam
pelayanan kesehatan, saya didiskriminasi, ketika istri saya yang
negatif HIV AIDS, saat melahirkan tak ada yang mau melayani, takut
tertular.
Orang yang peduli dengan penderita HIV AIDS sedikit
sekali, sehingga akhirnya saya bentuk komunitas penderita HIV AIDS
positif bernama Kelompok Sorong Sehati, kata Yudi, yang positif HIV
AIDS sejak 2003 .
Sondag 01 September 2013
Kemiskinan Indonesia Menurun? Masa sih?
03:53
Teken in op:
Plaas opmerkings (Atom)

0 komentar:
Plaas 'n opmerking